Gut-brain axis in epilepsy,
dari ketogenic diet ke fecal transplant.
Sebelumnya si Cip sekedar baca-baca sekilas ttg gut-brain axis (GBA) dalam gangguan neuro, terutama Parkinson. Ini pertama kalinya si Cip nyimak topik GBA in epilepsy.
Awalnya ngebahas epilepsy secara umum, lalu drug resistance epilepsy (DRE), hipotesis2 terjadinya DRE, alternative terapi DRE, diet ketogenic (DK), lalu masuk ke GBA, system GBA mempengaruhi epilepsy.

DK sendiri konon mengimitasi kondisi tubuh saat fasting/berpuasa (hmm, Ramadhan vibes), karena penelitian sblmnya menunjukkan bahwa puasa berkaitan dengan penurunan frekuensi seizure.
Dulu, 1-2 tahun yg lalu, not so Cip nyimak kuliah ttg DK utk epilepsi, disebutkan bahwa diet ini efektif (diduga) karena fat dipecah menjadi rantai tertentu yg bekerja di receptor AMPA.
Sekarang, DK diduga berkaitan dengan perubahan microbiome usus, enzim2 yg dihasilkan, metabolit2 … yg ujung2nya adalah peningkatan GABA.

Approach yg dipakai adalah DK plus probiotik, plus suplemen lain, seperti Nigella sativa (yep, habbatussauda).
No, tantangannya adalah variasi microbiome usus antar person. Soo bervariasi, berfluktuasi & custom-made. Sulit dikontrol, semisal kita mau bikin RCT. DK bs menunjukkan efek yg berbeda2 krn variasi ini.

About ersifa

I like neurology, photography, architecture, chocolate, history, music and science. i love studying Al Quran and i am happy to be muslim!:-RRB-


Source link